: HIDAYAH ITU DIJEMPUT BUKAN DITUNGGU ::
Jika
hidayah adalah cahaya, maka hati adalah ruangan. Cahaya tidak dapat
masuk ke dalan ruangan kalau jendelanya tertutup. Apa yang menjadi
jendela? Pikiranmu.
Buka jendela, siapkan ruangan, siapkan diri dan cahaya akan masuk. Insya Allah…
Buka pikiran, siapkan hati, siapkan diri dan hidayah akan menerangimu. Insya Allah…
Pikiran
itu bisa dari membaca al... qur'an, membaca buku agama, mendengar
ceramah, membaca motivasi agama, mendengar nasehat yang baik dan bergaul
dengan orang sholeh.
Allah Subhana Wata’ala berfirman:
''Wahai
umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang
menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar
bagi penyakit-penyak it batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga
menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi
orang-orang yang beriman.''(QS. Yunus: 57)
Jadi
hidayah itu Insya Allah menujumu jika kau menjeputnya dengan membaca al
qur’an, baca terjemahannya kalau bisa sekalian tafsirnya dan amalkan.
Oke sholehah?
Ingat dong Surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nuur ayat 31.
Yuk... Tutup aurat bukan Balut aurat.
Jadilah
muslimah cerdas sholehah. Kerudung & Jilbab itu bukan Fashion,
bukan modis, bukan style. Itu adalah pakaian terbaik yang Allah Subhana
Wata’ala perintahkan kepada kita kaum wanita.
-----------------------------------------
Rabu, 19 Desember 2012
Selasa, 27 November 2012
Tulusnya Cinta
“Ketulusan adalah melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun”. Begitulah pernyataan yang dia lontarkan kepadaku hingga membuat diskusi pada saat itu berakhir dengan pertengkaran yang begitu dahsyat. Pada awalnya aku sedikit kurang mengerti kenapa dia mengeluarkan pernyataan seperti itu, hingga akhirnya aku tersadar ketika dia mengarahkan pembicaraan kepada Tomy, pacar dia yang sekarang.
Dengan mendengarkan ceritanya yang begitu panjang tentang kebaikan-kebaikan pacarnya yang baru, akhirnya aku mengerti maksud dia yang sebenarnya. Yah!!! aku tahu sekarang… Dia sedang membandingkan aku dengan pacarnya yang sekarang. Bagi dia, pacarnya adalah orang yang tulus, sedangkan aku.. sama sekali tidak!!!
Pernyataan yang dia lontarkan begitu tajam menusuk hatiku. Dia begitu menyudutkanku!!! Dengan kejam dia seolah menghakimiku tanpa ada suatu dasar yang jelas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah aku lakukan sehingga dia menganggap aku seperti itu? Kenapa aku dianggap tidak tulus hanya karena aku telah melakukan sebuah tindakan yang aku yakini? Apa aku salah jika aku berusahan untuk jujur?
Langganan:
Komentar (Atom)