Rabu, 19 Desember 2012

: HIDAYAH ITU DIJEMPUT BUKAN DITUNGGU ::

Jika hidayah adalah cahaya, maka hati adalah ruangan. Cahaya tidak dapat masuk ke dalan ruangan kalau jendelanya tertutup. Apa yang menjadi jendela? Pikiranmu.
Buka jendela, siapkan ruangan, siapkan diri dan c
ahaya akan masuk. Insya Allah…
Buka pikiran, siapkan hati, siapkan diri dan hidayah akan menerangimu. Insya Allah…

Pikiran itu bisa dari membaca al... qur'an, membaca buku agama, mendengar ceramah, membaca motivasi agama, mendengar nasehat yang baik dan bergaul dengan orang sholeh.

Allah Subhana Wata’ala berfirman:
''Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyak it batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman.''(QS. Yunus: 57)

Jadi hidayah itu Insya Allah menujumu jika kau menjeputnya dengan membaca al qur’an, baca terjemahannya kalau bisa sekalian tafsirnya dan amalkan.
Oke sholehah?
Ingat dong Surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nuur ayat 31.

Yuk... Tutup aurat bukan Balut aurat.
Jadilah muslimah cerdas sholehah. Kerudung & Jilbab itu bukan Fashion, bukan modis, bukan style. Itu adalah pakaian terbaik yang Allah Subhana Wata’ala perintahkan kepada kita kaum wanita.

-----------------------------------------

Selasa, 27 November 2012

Tulusnya Cinta

 
2388498093_63b462253a_o1
“Ketulusan adalah melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun”. Begitulah pernyataan yang dia lontarkan kepadaku hingga membuat diskusi pada saat itu berakhir dengan pertengkaran yang begitu dahsyat. Pada awalnya aku sedikit kurang mengerti kenapa dia mengeluarkan pernyataan seperti itu, hingga akhirnya aku tersadar ketika dia mengarahkan pembicaraan kepada Tomy, pacar dia yang sekarang.
Dengan mendengarkan ceritanya yang begitu panjang tentang kebaikan-kebaikan pacarnya yang baru, akhirnya aku mengerti maksud dia yang sebenarnya. Yah!!! aku tahu sekarang… Dia sedang membandingkan aku dengan pacarnya yang sekarang. Bagi dia, pacarnya adalah orang yang tulus, sedangkan aku.. sama sekali tidak!!!
Pernyataan yang dia lontarkan begitu tajam menusuk hatiku. Dia begitu menyudutkanku!!! Dengan kejam dia seolah menghakimiku tanpa ada suatu dasar yang jelas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah aku lakukan sehingga dia menganggap aku seperti itu? Kenapa aku dianggap tidak tulus hanya karena aku telah melakukan sebuah tindakan yang aku yakini? Apa aku salah jika aku berusahan untuk jujur?

nubruk

nubruk kwe mbetaih. sungguh