Selasa, 05 Maret 2013

Insinyur Indonesia Siap Getarkan Malaysia,Singapura dan Australia | Ini Unic

Insinyur Indonesia Siap Getarkan Malaysia,Singapura dan Australia | Ini Unic

momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia. 

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun. Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per ******* Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.


Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

Masihkah kita ragu dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak bangsa indonesia? 


sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/511bbe27542acf1868000004/insinyur-indonesia-siap-getarkan-malaysiasingapuraaustralia/


sumber : http://iniunic.blogspot.com/2013/02/insinyur-indonesia-siap-getarkan.html#ixzz2Mj5efOso

Rabu, 19 Desember 2012

: HIDAYAH ITU DIJEMPUT BUKAN DITUNGGU ::

Jika hidayah adalah cahaya, maka hati adalah ruangan. Cahaya tidak dapat masuk ke dalan ruangan kalau jendelanya tertutup. Apa yang menjadi jendela? Pikiranmu.
Buka jendela, siapkan ruangan, siapkan diri dan c
ahaya akan masuk. Insya Allah…
Buka pikiran, siapkan hati, siapkan diri dan hidayah akan menerangimu. Insya Allah…

Pikiran itu bisa dari membaca al... qur'an, membaca buku agama, mendengar ceramah, membaca motivasi agama, mendengar nasehat yang baik dan bergaul dengan orang sholeh.

Allah Subhana Wata’ala berfirman:
''Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyak it batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman.''(QS. Yunus: 57)

Jadi hidayah itu Insya Allah menujumu jika kau menjeputnya dengan membaca al qur’an, baca terjemahannya kalau bisa sekalian tafsirnya dan amalkan.
Oke sholehah?
Ingat dong Surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nuur ayat 31.

Yuk... Tutup aurat bukan Balut aurat.
Jadilah muslimah cerdas sholehah. Kerudung & Jilbab itu bukan Fashion, bukan modis, bukan style. Itu adalah pakaian terbaik yang Allah Subhana Wata’ala perintahkan kepada kita kaum wanita.

-----------------------------------------

Selasa, 27 November 2012

Tulusnya Cinta

 
2388498093_63b462253a_o1
“Ketulusan adalah melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun”. Begitulah pernyataan yang dia lontarkan kepadaku hingga membuat diskusi pada saat itu berakhir dengan pertengkaran yang begitu dahsyat. Pada awalnya aku sedikit kurang mengerti kenapa dia mengeluarkan pernyataan seperti itu, hingga akhirnya aku tersadar ketika dia mengarahkan pembicaraan kepada Tomy, pacar dia yang sekarang.
Dengan mendengarkan ceritanya yang begitu panjang tentang kebaikan-kebaikan pacarnya yang baru, akhirnya aku mengerti maksud dia yang sebenarnya. Yah!!! aku tahu sekarang… Dia sedang membandingkan aku dengan pacarnya yang sekarang. Bagi dia, pacarnya adalah orang yang tulus, sedangkan aku.. sama sekali tidak!!!
Pernyataan yang dia lontarkan begitu tajam menusuk hatiku. Dia begitu menyudutkanku!!! Dengan kejam dia seolah menghakimiku tanpa ada suatu dasar yang jelas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah aku lakukan sehingga dia menganggap aku seperti itu? Kenapa aku dianggap tidak tulus hanya karena aku telah melakukan sebuah tindakan yang aku yakini? Apa aku salah jika aku berusahan untuk jujur?

nubruk

nubruk kwe mbetaih. sungguh